Minggu, 17 November 2013

Untukmu Pahlawan Bangsaku

Hari ini…
Tepat tanggal 10 November
Ku peringati hari pahlawan
Pahlawan yang telah membela negeriku tercinta
Dengan taruhan jiwa dan raga

Oh pahlawanku…
Tak pantas rasanya jika ku tak hargai semua jerih payahmu
Yang rela berjuang
Tuk perang lawan keangkara murkaan
Para penjajah perampas kemerdekaan
Serta demi tegaknya merah putih
Kebanggaan bangsaku
Di seluruh penjuru negeri Indonesia

Oh pahlawanku…
Bagaimana ku bisa
Membalas semua jasamu tuk negeriku
Haruskah Aku Turun Ke Medan Perang ?
Haruskah Aku Mandi Berlumurkan Darah ?
Haruskah Aku Tertusuk Pisau Belati Penjajah ?
Ku tak tahu cara tuk membalas jasamu
Hanya doaku dan doa segenap bangsaku
Yang dapat dipersembahkan untukmu

Oh pahlawanku
Ku lihat engkau di sana, pahlawan
Walau tulang tak lagi menyatu
Tapi jiwa berkata beda 
Semangat juangmu nan berkobar kobar
Kan slalu dikenang oleh segenap bangsaku

Semangat juangmu itu takkan pernah luntur
Semangat itu juga takkan pernah sirna
Karena segenap bangsaku slalu hargai perjuanganmu
Yang rela membela tanah airku
Hingga titik darah penghabisanmu

Kini, mimpi telah usai
Tapi cita takkan berhenti
Perjalanan hidup panjang di negeri ini
Tuk kobarkan semangat pahlawan kembali

Oh Tuhanku….
Kini ku bersimpuh dihadapan – Mu
Tuk panjatkan doa pada-Mu
Ampunilah segala dosa pahlawanku
Balaslah semua kebaikan mereka pada bangsaku
Dan berilah tempat terindah di sisimu…


By : Rakha Samudra P.

Minggu, 26 Mei 2013

Akhirnya Alampun Berbicara

Di nusantara ini bahagialah kita
Persada nan indah bhinneka tunggal ika
Surga dunia nan indah bak permata
Bersatu padu kita bulatkan tekad
Tuk bersama jaga alam bumi Indonesia

Kakekku pernah berkata...
Pesona alam Indonesia itu tiada bandingnya
Hutan yang lebat nan penuh pohon rindang
Laut yang bersih dengan pesona pasir putih
Sungai yang jernih airnya
Taman kota nan asri dengan bunga
Ah...itu cerita masa lampau
Semua itu tinggallah kenangan

Sekarang...
Itu semua tlah jauh berbeda
Hutan gundul di pelosok nusantara
Laut yang kotor dengan pesona pasir "sampahnya"
Sungai yang penuh limbah dan pemukiman kumuhnya
Taman kota yang dimusnahkan tuk dijadikan bangunan
Itulah kenyataan pahit negeriku Indonesia

Disaat manusia bisa mengadu nasib gantungkan harapan
Disaat manusia masih bergantung kepada alam
Dengan keegoisannya mereka acuh kepada alam
Padahal alam telah hidupi mereka
Lalu...
Kepada siapa alam dapat gantungkan harapan?
Kepada siapa?
Kepada manusialah pasti jawabnya

Tapi mengapa manusia belum mengerti juga
Mengerti kesedihan yang didera alam pertiwi kita
Padahal manusia tlah ditakdirkan Tuhan
Tuk jadi makhluk sempurna
Yang punya akal pikiran, hati nurani, dan berbudi luhur
Kapan manusia mengerti?
Kapan?
Hanya waktulah yang bisa menjawabnya

Apa yang diberikan manusia kepada alam?
Tuk membalas semua kebaikan alam padanya
Menebang hutan?
Membuang sampah sembarangan?
Merusak keasrian taman kota?
Itu yang diberikan?
Itu?

Sadarlah manusia
Alam bisa tertawa bahagia
Alam juga bisa menangis sedih
Bahkan murka sekalipun
Hanya orang yang pedulilah
Yang dapat merasakan deru tawa dan derai tangisnya
Dan hanya orang yang acuhlah
Yang dapat merasakan kemurkaan alam lewat hadirnya bencana

Ayolah masyarakat Indonesia
Kita bersatu padu jaga bumi Indonesia
Beri yang terbaik tuk negeri
Laksana mentari sinari bumi
Kita kan slalu ada untukmu
Indonesiaku

By : Rakha Samudra P.



Sabtu, 25 Mei 2013

Cerita Tentang Kita

Kawan...
Tahukah kamu berapa lama masa yang kita lalui bersama
Daku tak ingin tahu
Karna kamu selamanya bagiku

Bersamamu
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan sirna menjadi bahagia
Dan air mataku yang terlanjur jatuh
Takkan jadi derita

Terkadang di satu waktu
Prasangka pernah jauhkanmu dariku
Tapi kawan,
Amarahku tak bisa bertahan lama dibenakku
Karna ku tahu kita semua satu

Ingatlah kawan,
Kita pernah duduk bersama
Berbagi tawa dan tangis bersama
Bersama melukis impian
Tentangku, kamu, dan kehidupan

Disaat kita nikmati kebersamaan
Banyak hal terlewat begitu saja
Waktu yang tersisa seolah tak mampu membendungnya
Waktu yang singkat buatku ingat padamu kawan...

Kawan,
Semua yang kita jalani bersama telah kita lalui semua
Banyak hal yang terjadi karna itulah jalan hidup yang kita miliki
Benci, kesal, kecewa, senang, serta sayang
Sungguh luar biasa memori yang dapat kita kenang

Marilah kawan,
Kita jalani persahabatan kita
Tak usah pedulikan perbedaan diantara kita
Mari jadikan cerita kita nan indah ini
Kenangan tuk masa yang akan datang

By : Rakha Samudra Pratama
 

Sejuta Makna Dibalik Pesona Kota Budaya

Inginku tembus dimensi kehidupan
Tuk temukan cahya bersinar
Tuk terangiku kelak di masa depan
Menjalani pahit manisnya kehidupan

Sebuah bangunan tua nan megah berdiri
Dengan tembok besar sebagai benteng
Dan warna putih sebagai lambang kesucian
Telah terbangun berabad - abad lamanya
Di kota solo tercinta ini

Walau diberapa sudutnya telah lapuk dimakan usia
Tapi ia berusaha kokoh dan bertahan di tengah keterpurukan
Walau menderita, seolah ia ingin berkata
"Manusia, bertahan dan bentengilah dirimu dengan iman
Tuk bertahan dari masalah kehidupan
Seperti daku yang bertahan di tengah keterpurukan"

Sayup - sayup musik gamelan mengalun syahdu
Mengiringi gemulainya para penari putri menari
Tuk hibur hati para insan illahi
Musik nan merdu serta tarian yang lemah gemulai
Yang seakan memberi pelajaran bagi kita semua
Bahwa kita harus sadar jikalau manusia itu lemah
Dan yang menjadikannya kuat
Ialah doa yang mengalun dari mulut kita
Sebagai persembahan tuk Tuhan Yang Maha Kuasa
Atas nikmat dan rahmat-Nya tuk kita semua

Kain mori putih terbentang suci
Bersama dengan canting kecil disampingnya
Serta malam sebagai pengisi kain mori nan suci
Bak pengalaman yang mengisi hidup kita...
Jari jemari pembatik bersiap tuk menari
Melukiskan motif nan sarat makna
Bagi setiap insan yang memakainya

Perpaduan warna nan elok rupawan
Menambah keelokan batik parang curiga lukisannya
Permainan warna dipadu padankan sedemikian rupa
Tuk menambah keindahan batik perlambang waspada

Lantunan gending mijil nan merdu
Kebanggaan masyarakat kotaku
Seakan menuntun dan menggugah semangatku
Tuk belajar giat di lain waktu

Tampak seorang pria memakai keris bergelombang
Keris pusaka warisan leluhur kita
Keris pusaka nan sarat akan makna
"Kehidupan manusia itu penuh lika - likunya"

Daku ini seperti menguak sejarah budaya masa lampau
Masa keemasan kota bengawan ini
Yang penuh cerita dan masih terngiang di benak masyarakatnya
Yang bersinar bak mentari
Penuh pesona dan kenangan indah
Bagi semua insan di kotaku tercinta ini

By : Rakha Samudra Pratama





Minggu, 31 Maret 2013

Persembahan tuk ibu pertiwi


Indonesia…
Tanah air yang amat kucinta
Negeri elok yang kaya raya
Makmur sejahtera  damai sentosa

Tapi..mengapa..
Alam Indonesia belum “merdeka” seperti bangsanya?
“merdeka” dari manusia – manusia yang membuat Ibu pertiwi merana
Ibu pertiwi kini berduka
Ibu pertiwi kini juga berteriak
“Masih adakah manusia yang mau peduli denganku ?”

Sadarlah manusia….
Zamrud berharga di hamparan mutiara dunia ini
Yang akan musnah puluhan tahun lagi
Jika kau tetap menyemai benih kehancuran
Dan jika engkau tetap egois terhadap alam

Sebelum semua terlambat..
Jagalah ibu pertiwi manusia
Jagalah agar bisa “merdeka” seperti bangsanya
Jangan kau buat ibu pertiwi terus merintih dan merana

Jangan sampai ibu pertiwi murka…
Menumpahkan segala yang ada didalamnya
Untuk membalas kegoisan manusia kepadanya
Sebelum tangis manusia menderu dimana-mana
Menyambut hadirnya bencana karena ibu pertiwi murka

Sadarlah manusia….
Ibu pertiwi hanya ingin kau menjaganya agar ia dapat bertahan
Bertahan dari manusia – manusia tamak yang ingin merusaknya
Agar ia dapat tetap memberi nafas kehidupan bagimu manusia
Sekarang besok dan kelak di masa depan

Rabu, 13 Juni 2012

Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini, terletak di daerah Prambanan, perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah. Oleh karena itu candi ini dinamai Prambanan. Disebut juga Candi Roro Jonggrang.
Candi Prambanan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Hindu. Dibangun pada masa raja Rakai Pikatan dan selesai pada masa pemerintahan raja Daksa.
Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat banyak candi. Kompleks candi Prambanan dibagi menjadi tiga halaman atau pelataran berikut :
  1. Pelataran pertama. Merupakan halaman paling luar. Di pelataran ini tidak terdapat candi.
  2. Pelataran kedua. Merupakan halaman tengah. Terdapat  224 Candi Perwara, yaitu candi yang berukuran kecil.
  3. Pelataran ketiga. Merupakan halaman tempat candi induk berada. Pada pelataran ini terdapat Candi Syiwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu. Candi Syiwa adalah candi yang paling besar atau disebut juga candi induk.
Candi induk dan Candi kecil di Pelataran Candi  Prambanan

Di depan Candi Wisnu terdapat Candi Garuda. Di depan Candi Syiwa terdapat Candi Nandi, dan di depan Candi Brahma terdapat Candi Angsa. Dalam kepercayaan Hindu, Garuda adalah kendaraan Dewa Wisnu, Nandi yang berupa lembu adalah kendaraan Dewa Syiwa, dan Angsa adalah kendaraan Dewa Brahma. 
Pada Candi Prambanan terdapat banyak relief. Pada Candi Syiwa terdapat relief yang menggambarkan cerita Ramayana. Pada Candi Brahma terdapat relief yang merupakan kelanjutan dari relief Candi Syiwa. Dan pada Candi Wisnu terdapat relief yang menggambarkan cerita Kresnayana.

Selasa, 12 Juni 2012

Candi Borobudur


Candi Borobudur yang dikelilingi pemandangan Bukit Menoreh

Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di Indonesia. Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah. Bangunan candi dikelilingi oleh Bukit Menoreh yang membentang dari timur ke barat. Nama Borobudur sendiri berasal dari kata boro dan budur. Boro berarti biara yang artinya kompleks candi atau asrama. Budur berasal dari kata bedudur yang berarti atas. Jadi, Borobudur dapat diartikan sebagakompleks candi yang terletak di atas bukit.

Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga dari kerajaan Mataram Buddha pada tahun 824 Masehi. Pembangunan candi ini bertujuan untuk menghormati para pendiri Dinasti Syailendra, mengingat Samaratungga merupakan keturunan Dinasti Syailendra juga. Dalam perkembangannya, Candi Borobudur berfungsi sebagai bangunan suci umat Buddha. Perancang bangunan candi (arsitek) adalah Gunadharma.
Bangunan candi Borobudur berbentuk stupa raksasa. Bangunan ini mempunyai sepuluh tingkatan. Enam tingkat berbentuk persegi, tiga tingkat berbentuk bundar, satu tingkat paling atas berbentuk stupa induk. Secara garis besar, bangunan candi Borobudur dibagi menjadi tiga tingkatan :
  1. Bagian kaki (Kamadhatu)
  2. Bagian tengah (Rupadhatu)
  3. Bagian atas (Arupadhatu)
Candi Borobudur mempunyai 505 arca Buddha. Pada dindingnya terdapat relief sepanjang empat kilometer. Relief adalah gambar yang diukir pada dinding candi. Relief pada dinding candi Borobudur bercerita tentang kehidupan Sang Buddha Gautama.

Relief yang menggambarkan kelahiran Sang Buddha

Tembang Macapat

Tembang macapat berasal dari kata ma (tumuju) dan capet (maya atau gaib). Macapat berarti puji - pujian yang ditujukan kepada Tuhan. Pada zaman dahulu, tembang macapat digunakan sebagai sarana dakwah penyebaran agama Islam di Jawa dalam bentuk kidung. Istilah lain dari tembang macapat adalah Sekar Alit atau Sekar Dagelan. 

Tembang macapat termasuk puisi Indonesia yang tergolong tua ini penciptanya adalah beberapa wali, misalnya :
  • Tembang Durma diciptakan oleh Sunan Bonang
  • Tembang Kinanthi diciptakan oleh Sunan Pajang / Sunan Kuning
  • Tembang Mijil diciptakan oleh Sunan Geseng
  • Tembang Pocung diciptakan oleh Sunan Murya
1. Macam Tembang Macapat
Macam tembang macapat menurut buku Mbombong Manah (tedjohadisoemarto, 1958) ada 11 tembang yaitu :

1. Maskumambang : (4 gatra : 12i, 6a, 8i, 8a)
Maskumambang artinya emas yang terapung. Emas diibaratkan sebagai cita - cita atau harapan baik seseorang yang masih terapung - apung atau belum pasti didapatkan. Watak tembang ini yaitu rasa sedih atau nelangsa.
2. Mijil : (6 gatra : 10i, 6o, 10e, 10i, 6i, 6u)
Mijil artinya keluar. Maksudnya, mengeluarkan isi hati atau yang ada di dalam diri. Mijil mempunyai watak senang, mengandai - andai, dan penuh harapan.
3. Sinom : (9 gatra : 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a)
Sinom artinya yang muda. Orang yang masih muda biasanya berani dan tidak memikirkan resiko apa yang akan terjadi. Sinom mempunyai watak riang, gembira, dan centil yang merupakan sifat anak muda.
4. Gambuh : (5 gatra : 7u, 10u, 12i, 8u, 8o)
Gambuh artinya cocok atau jodoh. bagaikan orang yang telah menumukan jodohnya yang lama diimpikannya. Watak tembang gambuh yaitu senang karena sudah cocok atau rumaket.
5. Kinanthi : (6 gatra : 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i)
Kinanthi artinya digandeng atau diajak. Maksudnya, orang yang suka dengan persahabatan. Watak tembang ini yaitu damai dan mengeluarga (semanak).
6. Pangkur : (7 gatra : 8a, 11i, 8u, 7a, 12i, 8a, 8i)
Pangkur berasal dari kata pang dan kurPang artinya cabang pohon sedangkan kur berasal dari kata mungkur yang artinya telah meninggal. Maksudnya orang yang sudah tua harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian seperti pohon yang sudah tua pasti ditinggalkan daunnya.Watak tembang pangkur yaitu mantab dan ikhlas.
7. Dhandhanggula : (10 gatra : 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, 7a)
Dhandang artinya warna hitam yang melambangkan keabadian sedangkan gula berarti manis sebagai lambang kebahagiaan dan keindahan. Maksudnya seseorang yang telah berumah tangga selalu mengharapkan keindahan yang abadi. Watak tembang dhandhanggula yaitu indah dan berwibawa.
8. Asmaradana : (7 gatra : 8i, 8a, 8e/o, 8a, 7a, 8u, 8a)
Asmara berarti cinta sedangkan dana artinya memberi. Watak tembang asmaradana yang lila atau rela hati.
9. Durma : (7 gatra : 12a, 7i, 6a, 7a, 8a, 5a, 7i
Durma artinya keras hati. Tembang ini cocok untuk menggambarkan perang. Watak tembang ini serang atau bernafsu seperti orang perang.
10. Pocung : (4 gatra : 12u, 6a, 8i, 12a)
Pocung berasal dari kata pocong yang berarti kafan atau bungkus. Maksudnya sesuatu yang dibungkus merupakan rahasia. Biasanya berbentuk teka teki untuk ditebak dan dilontarkan dengan santai dan polos yang merupakan wataknya
11. Megatruh : (5 gatra : 12u, 8i, 8u, 8i, 8a)
Megatruh berasal dari kata megat yang berarti memutus dan ruh yang berarti nyawa. Maksudnya nyawa yang telah putus dari raganya alias meninggal. Setiap kematian pasti ada kesedihan. Kesedihan itulah yang menjadi watak tembang megatruh. 


2. Ciri Struktural Tembang Macapat
  • Gatra : Baris dari tiap tembang
  • Guru wilangan : Jumlah suku kata tiap - tiap baris
  • Guru lagu : Huruf vokal pada tiap akhir baris
  • Pada : Himpunan kalimat tembang yang berakhir sampai pada lungsi (titik)
  • Pupuh : Himpunan dari tembang macapat beberapa pada

Selasa, 06 Maret 2012

Gamelan Jawa

Gamelan adalah seperangkat alat musik tradisional jawa yang menghasilkan suara khas. Menurut wujudnya,  gamelan jawa ada 2 macam : gamelan gedhe dan gamelan barut. Gamelan jawa dimainkan dalam tangga nada pentatonis dengan laras slendro dan laras pelog. Laras slendro memiliki 5 nada yaitu : 1(ji) 2(ro) 3(lu) 5(mo) 6(nem). Sedangkan laras pelog memiliki 7 nada yaitu : 1(ji) 2(ro) 3(lu) 4(pat) 5(mo) 6(nem) 7(pi).

Musik gamelan dimainkan untuk mengiringi tarian, pertunjukan wayang, atau dimainkan sendiri (karawitan). Pemain / penabuh gamelan dinamakan niyaga, penyanyi wanita dinamakan pesindhen, dan penyanyi pria dinamakan waranggana.


Seperangkat Gamelan di Kraton Yogyakarta

Di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta terdapat beberapa gamelan terkenal. Gamelan - gamelan itu, tersimpan di Kraton Surakarta dan Kraton Yogyakarta, Puro Mangkunegaran, dan Puro Pakualaman.

1. Gamelan di Kraton Surakarta
    - Gamelan Sekaten Nagajenggot dan Kyai Jimat                 
    - Gamelan Larasati                                                             
    - Gamelan Gunturmadu                                                       
    - Gamelan Pangasih
    - Gamelan Manisrengga
    - Gamelan Kadukmanis 
2. Gamelan di Kraton Yogyakarta
    - Gamelan Sekaten Nagawilaga dan Guntursari                    
    - Gamelan Mikatsih                                                             
    - Gamelan Medarsih
    - Gamelan Siratmadu
    - Gamelan Harjamulya
    - Gamelan Harjanagara
3. Gamelan di Puro Mangkunegaran
    - Gamelan Kanyutmesem                                                    
    - Gamelan Udan Asih                                                          
    - Gamelan Udan Arum
    - Gamelan Udan Riris
    - Gamelan Lipur Tamba Neng
4. Gamelan di Puro Pakualaman
    - Gamelan Pungawesari
    - Gamelan Tlagamuncar
    - Gamelan Gangsa P.B. X

Senin, 05 Maret 2012

Batik Indonesia

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya budaya Jawa) sejak lama. Kata "batik" berasal dari dua kata berbahasa jawa : "amba" yang bermakna menulis dan "titik" yang bermakna titik. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang di dalam masyarakat. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tradisional hanya dikenakan oleh keluarga dan kerabat Keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang sampai saat ini masih dilestarikan keberadaannya. Bahkan UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (masterpiece of oral and intangible heritage of humanity) pada 2 Oktober 2009.

Corak Batik 
Ragam corak dan warna batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu. Namun, batik pesisiran menyerap berbagai pengaruh asing, seperti para pedagang asing dan juga para penjajah bangsa ini di masa lampau. Warna - warna cerah, seperti merah dipopulerkan oleh masyarakat Tionghoa yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa Eropa juga mengambil minat pada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda - benda yang dibawa oleh penjajah ( seperti kereta kuda, dsb.) termasuk juga warna kesukaan mereka, biru. Tetapi batik tradisional tetap mempertahankan corak dan warnanya, dan masih dipakai dalam upacara - upacara adat, karena biasanya setiap corak memiliki perlambangan masing - masing.

 Salah satu corak batik Solo

Cara Pembuatan Batik
  1. Molani, yaitu membuat pola atau desain batik di atas kain mori yang digambar menggunakan pensil
  2. Pola yang sudah ada kemudian dibentuk lagi dengan canting yang berisi cairan lilin yang disebut "malam"
  3. Kain yang telah dilukis kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan 
  4. Setelah diwarna, batik kemudian direndam dalam air mendidih untuk menghilangkan cairan lilin atau "malam" tadi. Proses ini disebut "nglorod batik"
  5. Setelah proses "nglorod batik", kain tadi lalu dijemur 

Jenis Batik Menurut Teknik
  • Batik Tulis : Kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan
  • Batik Cap : Kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan cap (terbuat dari tembaga)
Beberapa Motif Batik Nusantara :
Batik Jawa Hokokai 
Batik Tiga Negeri
Batik Lasem

Kamis, 29 Desember 2011

Tradisi Budaya kota Surakarta

Surakarta merupakan sebuah kota yang banyak memiliki berbagai macam perayaan tradisi tahunan yang terus diselenggarakan dan selalu dilestarikan agar tidak punah. Beberapa perayaan tahunan itu antara lain :

1. Kirab pusaka 1 Suro
Kirab pusaka 1 Suro, diselenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran pada malam hari menjelang tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa. Di Keraton Kasunanan sendiri, kirab 1 Suro biasa ditampilkan kebo bule 'Kanjeng Kyai Slamet' pada iringan kirab bersama para abdi dalem keraton.

2. Sekaten
Sekaten diadakan setiap bulan Mulud dalam penanggalan Islam untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekaten diselenggarakan di alun-alun utara keraton kasunanan surakarta. Puncak acara ini disebut 'Grebeg Mulud' pada 12 Rabiulawal pada penanggalan Islam.

3. Tingalan Jumenengan Dalem
Upacara tingalan jumenengan dalem diadakan setiap tanggal 2 ruwah dalam kalender Jawa untuk
memperingati hari ulang tahun penobatan raja Pakubuwono yang memerintah Keraton Kasunanan Surakarta. Dalam acara ini,Pakubuwono duduk di atas dhampar di bangsal sasanasewaka bersama kerabat dan para abdi dalem keraton sambil menyaksikan tarian sakral
'Bedhaya Ketawang' yang dibawakan  oleh 9 gadis. Mitos yang berkembang di kalangan masyarakat, saat dipertontonkan tari tersebut, Nyai Roro Kidul (ratu pantai selatan Jawa) juga ikut
menyaksikan. Para penari bedhaya ketawang terdiri atas para wayahdalem, sentanadalem, atau
penari lain yang sudah memenuhi syarat utama yaitu masih gadis.

4. Wiyosan jumenengan
Sama dengan tingalan jumenengan dalem, Wiyosan jumenengan ini juga digunakan untuk memperingati ulang tahun penobatan Sri Paduka Kanjeng Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro yang sedang berkuasa di Pura Mangkunegaran. Acara ini di gelar di pendhapa dan dalem ageng Pura Mangkunegaran. Dalam acara ini biasa ditampilkan tari 'Bedhaya Surya Sumirat'.

5. Grebeg Pasa
Grebeg ini diadakan untuk merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal. Acara ini diselenggarakan setelah shalat Ied. Sama dengan grebeg mulud, para abdi dalem keraton kasunanan Surakarta mengarak beberapa gunungan lanang dan wadon ke Masjid Agung untuk didoakan ulama keraton lalu diperebutkan oleh warga masyarakat.

6. Grebeg Sudiro
Grebeg sudiro diadakan untuk memperingati tahun baru Imlek dengan memadukan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa. Grebeg sudiro diadakan sejak 2007 di daerah pasar gede dan balong (kelurahan Sudiroprajan) maka dari itu, dinamakan grebeg sudiro.

7. Grebeg Besar
Grebeg besar diadakan untuk memperingati hari raya Idul Adha. Prosesi grebeg ini sama seperti grebeg mulud dan grebeg pasa.

8. Syawalan
Syawalan diadakan satu hari setelah hari raya Idul Fitri, berlangsung di Taman Satwa Taru Jurug, tepi Sungai Bengawan Solo. Puncak acara ini, adalah 'Larung Jaka Tingkir'. Pada acara ini juga digelar berbagai macam seni.

Tari Bedhaya Surya Sumirat pada saat Wiyosan Jumenengan


Persiapan para abdi dalem sebelum acara grebeg dimulai
Tari Bedhaya Ketawang pada saat Tingalan Jumengan Dalem



Rabu, 28 Desember 2011

Fakta Keunikan kota Surakarta

Berikut ini adalah 7 fakta tentang keunikan kota Surakarta :

1. Surakarta dan kota-kota atau kabupaten satelit di sekitarnya (Kartasura,Solobaru,Palur,Colomadu,dll.) jadi dapat kita tahu, bahwa kota Surakarta itu letaknya sangat strategis dengan kota atau kabupaten sekelilingnya.

2. Kota Surakarta mempunyai semboyan 'berseri' singkatan dari bersih,sehat,rapi,indah. Untuk kepentingan pencitraan, Dinas Pariwisata kota Surakarta memunculkan slogan 'solo the spirit of java' yang mengandung makna solo jiwanya Jawa, sebagai pencitraan kota Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa.

3. Surakarta merupakan kota yang memiliki banyak tradisi yang masih diselenggarakan dan dipertahankan agar tradisi yang adiluhung tersebut tidak punah.

4. Kota Surakarta juga terkenal sebagai salah satu kota penghasil batik terbesar di Indonesia. Pemerintah kota Surakarta biasa menggelar event 'solo batik carnival' sebagai salah satu event tahunan.

5. Salah satu maestro keroncong Indonesia 'Gesang Martohartono' berasal dari kota ini. Salah satu lagu ciptaannya yang kini sudah terkenal hingga mancanegara adalah 'bengawan solo'yang beliau ciptakan pada tahun 1940-an. Lagu bengawan solo sendiri, sudah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa asing.

6. Keunikan kota Surakarta yang lain adalah 'pasar klewer' yang terletak di dekat keraton kasunanan Surakarta. Pasar klewer adalah pasar tekstil dan batik terbesar di kota Surakarta. Pedagang pasar klewer semula berasal dari pedagang pasar slompretan di jalan Dr.Radjiman(dahulu daerah secoyudan).

7. Nama kota Surakarta digunakan dalam lingkup resmi, sedangkan nama kota Solo digunakan dalam lingkup tidak resmi (non formal).

beksan gambyong pareanom (salah satu tari putri gaya Surakarta)


beksan srimpi pandelori (salah satu tari putri gaya Surakarta)